BUDAYA SOPAN SUDAH MULAI LUNTUR
Kebudayaan merupakan elemen penting dalam
nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu yang mencirikan manusia adalah budaya.
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terdapat pengetahuan,agama,
kepercayaan, adat istiadat, kesenian, hukum, dan kemampuan-kemampuan yang di
dapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan itu sendiri akan terus
berkembang sejalan dengan perubahan zaman, juga proses pemikiran manusia.
Dalam hal ini peran generasi muda sangatlah penting.
Kita sebagai generasi muda, perlu
melestarikan budaya-budaya Indonesia. Salah satu contoh kebudayaan di
Indonesia adalah gotong royong, yang saat ini mulai luntur digantikan dengan
budaya 'individualis'. Contoh kebudayaan lainnya adalah budaya sopan santun,
yang sudah mulai luntur juga di kalangan masyarakat terutama remaja. Padahal
negara kita adalah negara yang menjunjung tinggi sopan santun, dan budaya sopan
santun itu sangatlah penting.
Sopan santun harusnya dilakukan dimana pun, kapan
pun , dengan siapa pun dan dalam kondisi apapun. Zaman sekarang ini sopan santun memang
sudah tidak begitu lekat seperti zaman dahulu, utamanya adalah di kalangan
remaja. Remaja mulai tidak menghormati orang lain dalam berkata dan bertindak.
Beberapa kebiasaan mulai ditinggalkan dari mengucapkan salam, mencium tangan
kedua orangtua sebelum meninggalkan rumah, juga membungkukkan badan ketika
melewati orang yang lebih tua. Bahkan sesederhana mengucapkan “maaf"
ketika berbuat salah, “terima kasih” ketika dibantu orang lain, “permisi”,dan
“tolong” saja sudah mulai ditinggalkan.
Seharusnya dalam bertutur kata dengan siapa pun,
terutama yang lebih tua itu perlu diperhatikan baik-baik. Dengan orang
tua,kakak, guru, kakak kelas, hendaknya menyebut mereka dengan panggilan yang
menghormati. Jangan meniru budaya luar yang kadang memanggil Ibu sendiri saja
langsung dengan namanya. Itu bukan merupakan budaya negara kita, sehingga tidak
perlu kita contoh. Dengan teman sebaya pun, dalam bercanda juga perlu
hati-hati. Terutama dalam pemilihan kata. Salah kata malah bisa menimbulkan
konflik satu sama lain. Sebab perkataan yang buruk dapat menyulut emosi, dan
tak jarang berujung pada kekerasan. Mengerikan sekali memang, melihat budaya
sopan santun kini mulai hilang dalam hal bertutur kata sekalipun.
Bukti nyata berkurangnya sopan santun masyarakat
Indonesia yang sedang gencar-gencarnya saat ini adalah perang di media sosial.
Banyak yang berkomentar di media sosial dengan kata-kata yang kasar, tidak penting,
tidak bermoral, serta menyakiti hati. Hal-hal yang sepele saja dikritik, bahkan
sampai membawa-bawa unsur SARA. Banyak pula yang memposting kata-kata, foto,
atau video tidak pantas di media sosial. Namun mirisnya banyak dilike banyak
orang, dan malah dianggap keren dan kekinian.
Menghadapi arus globalisasi memang harusnya
diimbangi dengan iman yang kuat, supaya kita dapat terkontrol dan terhindar
dari dampak- dampak negatifnya. Selain
membentengi diri dengan iman, meningkatkan wawasan juga perlu. Dengan begitu
kita paham mana yang baik mana yang buruk. Dapat berpikir cerdas dan matang.
Mengerti apa akibatnya kalau kita berbuat ini, dan apa akibatnya kalau kita
berbuat itu. Lagi-lagi kita memang harus peka dan selektif terhadap arus
globalisasi, sebab dunia ini telah berkembang begitu pesat.
Pengaruhnya telah meluas tanpa pandang bulu, siapa
saja bisa merasakannya. Namun kita tidak boleh takut dengan perubahan yang
dibawa globalisasi, tapi
jangan berani-berani juga menyerap semuanya tanpa memfilter yang baik dan yang
buruk. Tetaplah berhati-hati, kita harus menjadi generasi muda yang siap
menghadapi perubahan. Tetap junjung tinggi sopan santun!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar