menu

Senin, 29 April 2019

Ali Akbaruddin



BAHASAMU KAU TINGGALKAN

Saat ini  perkembangan bahsa Indonesia meperihatinkan, pasalnya semakin banyak keluarga Indonesia yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari di rumah. Tidak hanya di rumah, penggunaan bahasa asing pun sudah mulai menjamur di sekolah-sekolah. Bahkan orang tua pun kini bangga jika anak-anak mereka pandai berbahasa Inggris.
Akibatnya kini banyak kita temui terselipnya kata-kata  bahasa Inggris di dalam percakapan bahasa Indonesia di berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga tokoh nasional dalam wawancara resmi, dialog, atau debat. Tokoh tersebut seringkali kesulitan untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia sepenuhnya dan selalu menyelipkan kata-kata, istilah-istilah dan ungkapan-ungkapan asing. Fenomena ini seakan menimbulkan stigma bahwa bahasa Indonesia sudah mulai di tinggalkan oleh masyarakat Indonesia.
Tidak hanya itu, penggunaan bahsa Indonesia di kalangan mahasiswa juaga kurang begitu efektif. Banyak mahasiswa yang masih menggunakan bahsa informal atau bahasa Indonesia yang kurang baik dan benar. Terlebih terdapat pandangan bahwa bhasa Indonesia tidak terlalu penting untuk di pelajari dan mereka labih memilih mempelajari bahasa asing. Memang benar bahsa asing juga perlu di pelajari. Tetapi alangkah baiknya jika sebagai pemuda-pemuda Indonesia lebih mengutamakan untuk menguasai bahsa negaranya sendiri.
Menjadi generasi bangsa Indonesia sudah seharusnya para mahasiswa menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia. Bahsa Indonesia perlu di biaskan, di ajarkan dan di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang tidak kalah penting juga adalah mengajarkan mata pelajaran bahsa Indonesia kepada anak didik dengan metode-metode yang tidak membosankan. Dengan demikian, bahsa Indonesia akan tetap terjaga di tangan generasi penerus bangsa.
Coba kita kembali mengingat peristiwa 28 oktober 1928 yang di kenal dengan nama sumpah pemuda. Dalam peristiwa tersebut berhasil di rumuskan tiga poin penting yang melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.persatuan itu juga yang akhirnya membawa Indonesia menjadi negara merdeka. Tiga pon tersebut meliputi mengaku bertanah air Indonesia, berbangsa Indonesia dan berbahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia di masukkan dalam salah satu poin sumpah pemuda karena bahsa merupakan salah satu alat pemersatu bangsa, terlebih Indonesia terdiri dari ribuan suku bangsa dengan keunikan bahasa masing-masing. Tanpa di tetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahsa nasional sudah tentu perjuangan masyarakat Indonesia tidak tidak akan pernah bersatu dan bukan tidak mungkin negara kita masih di jajah hingga saat ini.
Janagan biarkan kita masyarakat Indonesia kehilangan jati diri bangsa. Selamatkan bahsa nasional kita. Mari cintai bahsa ibu pertiwi bahsa Indonesia.maka dari itu untuk menjaga kelestarian bahsa Indonesia, perlu adanya kerja sama antara rakyat serta pemimpin bahsa Indonesia ini. Mari lestarikan bahsa Indonesia negeri tercinta ini.jangan takut menjadi anak muda yang tidak gaul karena menggunakan bahsa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari, melainkan jadilah sosok anak muda yang bisa menjadi inspirasi dan teladan, bagi anak muda lainnya untuk mulai mencintai bahsa Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar