Buktikan Janjimu, Jangan Hanya Bersilat Lidah
“Terwujudnya Indonesia maju berdaulat, mandiri, dan
berkeperibadian berlandasan gotong royong” marupakan visi yang ditawarkan oleh kubu
paslon nomor urut 01 pasangan dari Ir.H.Joko
Widodo dan Prof.Kh. Ma’ruf Amin.
Berkali-kali didengungkan di atas mimbar debat
dan kampanye untuk meyakinkan masyarakat
Indonesia dari sabang sampai maroke, untuk bersama-sama memajukan Indonesia
dengan program-program yang sudah ditawarkan sesuai dengan visi dan misi.
Begitu juga dengan
pasangan H. Prabowo Subianto dan H. Sandi Salahudin Uno kubu paslon
nomor urut 02 menawarkan visi yaitu “terhujudnya Bangsa dan Negara Republic
Indonesia yang adil, makmur bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik,
berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional
yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehiduoan yang rukun antar warga
negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang social dan rasnya
berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar Negara republic Indonesia tahun
1945”.
Tidak kalah
lagi, mantan kopasus yang tegas dan pembisnis sukses itu mendengungkan visinya
dengan karakter yang menggemparkan yang membuat pendukung dan lawan kampanyenya
merasa merinding gemetar. Dan menawarkan program-program yang sesuai dengan
keadaan Indonesia saat ini yaitu kebutuhan lapangan pekerjaan.
Ke-4 putra terbaik Indonesia itu merupakan datang dari
latar belakang berbeda hanya untuk bangsa Indonesia. Masing-masing mereka memiliki karakteristik yang kuat, seolah-olah
kalobarasi luar biasa yang patut dibanggakan oleh bangsa Indonesia. Mereka
datang dari orang-orang pembisnis, Majlis ulama Indonesia dan mantan kopasus.
Mereka menawarkan Visi yang menarik kian kali diperbincangkan setiap debat
dengan pengembangan visi yang ditawarkan
sebagai tema. Sesuai visi yang ditawarkan, Banyak tema yang
ditanyakan oleh komisi pemilihan umum
(KPU), tujuannya apa? untuk meyakini
pilihan rakyat dan menentukan 5 tahun masa depan bangsa Indonesia,
sehingga dengan menyelenggarkan debat sebanyak 5 kali.
Komisi pemilihan umum (KPU) memberikan kesempatan
lain kepada pasangan ke-2 untuk menyampaikan visinya melalui panggung kampanye tujuannya supaya rakyat lebih yakin terhadap
pilihanya nanti.
Lalu, Berbagi pendekatan yang dilakukan untuk
meyakini visi yang ditawarkan. Mulai
dari panggung debat, panggung kampanye, bahkan langsung membelusuki pelosok
desa-desa. Ke-2 pasangan itu bahkan menggunakan pendekatan-pendekatan terhadap
rakyat dengan cara yang unik-unik.
Namun, Sekarang ini rakyat tidak butuh janji-jani
lagi. Tidak butuh kasihan. Tapi yang dibutuhkan keadailan kesejahteraan dan
lapangan pekerjaan. Percuma visi misi bagus, program banyak. Akan tetapi itu
hanya belaka untuk menarik empati rakyat supaya dirinya terpilih. Rakyat sudah
bosan, muak dengan janji palsu itu.
Yang diinginkan rakyat saat ini. Dikala siapa pun
yang memimpin Negara Indonesia 5 tahun kedepan nanti supaya rakyat diberikan
hak-haknya, jangan sampai hak itu dirampas oleh pemerintah. Seperti dikabarkan
surat kabar kompas “Banyak tanah rakyat dirampas, FKMTI lapor ke komnas HAM”.
Jakarta, Harian umum-Komnas HAM didesak untuk
mendukung kasus perampasan tanah rakyat, tuntutan tersebut disampaikan para
korban perampasan tanah yang tergabung dalam forum korban perampasan tanah
Indonesia, ssaat mendatangi kantor komnas HAM di kawasan menteng, Jakarta
pusat, selasa (9/4/2019).
Kasus seperti inilah yang tidak diinginkan rakyat.
Seharusnya pemerintah mengayomi juga berbuat bijak dalam melakukan tindakannya.
Jangan hanya golongan rendah saja mendapatkan perlakuan yang tidak hormat. Ibarat
pepatah mengatakan “hukuman tajam kebawah tumpul ke atas”.
Sekarang ini Rakyat membutuhkan pemimpin yang merakyat.
Pemimpin yang menegakkan keadilan, pemimpin yang meberikan kesejahteraan rakyat
juga keadilan yang sesui dengan tempatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar