Pemimpin,
Kekuasaan dan Media yang Memengaruhi Pola Hidup
Kekuasaan
bukanlah ajang untuk menindas orang, kekuasaan bukanlah ilmu untuk menjatuhkan
orang, kekuasaan dibutuhkan untuk mencapai kesejahteraan, kebijaksaan dalam
bertindak, kekuasaan dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, pemimpin
yang disegani, agar masyarakat dapat mempercayainya sebagai pemimpin akhir
zaman.
Kenapa kekuasaan kau jadikan untuk ajangmu menambah kekayaan lalu
bagaimana kau melihat masyarakat yang hanya makan dengan segenggam nasi dari
hasilnya bekerja dengan keringat bercucuran. Sementara engkau makan dengan
nyaman, dari hasil kerja keras mereka, kenapa kau gunakan kekuasaanmu untuk
menindas yang lemah, kau makan hartanya, dia yang lemah semakin kau buat
menderita. Kenapa kau manfaatkan kelemahannya seharusnya kau menjaganya,
seharusnya kau melindunginya seharusnya kau bimbing dia dengan kekuasaan yang
kau punya.
Pemimpin,
kami mencari pemimpin yang tegas, pemimpin yang bijaksana, pemimpin yang adil,
pemimpin yang mempunyai rasa empati bagi masyarakat. Pemimpin yang dapat
menghasilkan masyrakat yang sejahtera, makmur, aman damai dan jauh dari
kemiskinan, pemimpin dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang maju sehingga
menghasilkan masyrakat yang pintar dalam bertindak masyarakat yang dapat
membanggakan negara, masyrakat yang mencintai negara, semua itu tergantung
kepada pemimpin, jika pemimpin dapat membimbing masyarakat dengan baik maka,
masyarakatpun akan dengan sendirinya mengikuti apa yang diinginkan pemimpin.
Bukan pemimpin yang memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan sendiri, baik
di media, politik dan sebagainya. Jika pemimpin bersikap netral dan tidak berkesinambungan,
maka masyarakat akan bersikap dengan baik kepadanya.
Media,
media adalah teknolgi yang digunakan untuk memberikan informasi kepada
khalayak, media adalah tempat masyarakat menerima ilmu, media adalah tempat
masyarakat untuk menerima hiburan, media adalah tempat untuk sekedar masyarakat
melepaskan lelah dari kerasnya hidup, media adalah tempat untuk masyarakat
melihat perkembangan negara. Jangan kau gunakan media untuk hal-hal yang tidak
berguna, jangan kau gunakan media untuk hal-hal negatif, media yang seharusnya
tempat khalayak belajar, berubah menjadi ajang masyrakat menebar ujaran
kebencian, media yang digunakan untuk berbagi informasi berubah menjadi
predator penebar informasi hoaks, kenapa media yang menjadi teknologi untuk
menggapai masyarakat yang maju kau gunakan untuk menambah daftar dosamu. Dari orang
tua, remaja, bahkan anak-anak sudah mengenal media, tetapi funhsi media salah
dipergunakan, mulai dari youtube, facebook, instagram, dan bahkan televisi
semua itu awalnya digunakan untuk hal yang baik berubah menjadi hal untuk
berbuat kejahatan dan semua itu disalahgunak oleh manusia-manusia yang tidak
dapat menggunakan akal sehat mereka untuk melihat kebenaran. Media sekarang
sudah banyak disalahgunakan, bukan media yang salah tapi tangan-tangan manusia
yang tidak bertanggung jawablah yang salah.
Manusia
yang salah menggunakan media ini, mungkin adalah orang yang tidak menggunakan
logika untuk berfikir dengan efektif, bukannya dia tau bahwa masih banyak hal
baik yang dapat dilakukan melalui media, berbagi informasi, memperlihatkan
tontonan-tontonan sosial baik melalui youtube, instagram, facebook dan lain-lain.
Bukannya hal-hal sekecil itu bahkan dapat merubah perilaku manusi dari buruk
menjadi baik. Lalu kenapa kau hanya melihat media dari segi positifnya saja,
dan bukannya kau nikmati sendiri peebuataj buruk yang kau lakukan tapi kau
bagikan kepada orang-orang yang tidak pantas untuk dilihat, bukankah kau
menambah daftar dosamu atas apa yang kau lakukan.
Contohnya
televisi, televisi yang seharusnya bersifat seimbang tetapi kenapa berubah
menjadi berkesinambungan, informasi yang diberikan tentang seseorang itu kerap kali menjatuhkan pihak orang lain, tontonan
yang diberikan seharusnya yang dapat menambah wawasan khalayak dan merubah
perilaku khalayak menjadi baik tetapi berubah menjadi tontonan yang dapat
membuat seseorang menjadi pribadi yang cenderung selalu berbuat kasar bahkan
sampai membuat tindak kriminal. Jangan kau buat media menjadi teknologi
penambah daftar dosa, hilangkanlah tangan tak bertanggung jawabmu. Dan ubahlah
setidaknya menjadi manusia yang dapat berfikir dengan bijak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar