menu

Senin, 06 Mei 2019

Winda Gustiana


Pemimpin, Kekuasaan dan Media yang Memengaruhi Pola Hidup
Kekuasaan bukanlah ajang untuk menindas orang, kekuasaan bukanlah ilmu untuk menjatuhkan orang, kekuasaan dibutuhkan untuk mencapai kesejahteraan, kebijaksaan dalam bertindak, kekuasaan dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, pemimpin yang disegani, agar masyarakat dapat mempercayainya sebagai pemimpin akhir zaman.
Kenapa kekuasaan kau jadikan untuk ajangmu menambah kekayaan lalu bagaimana kau melihat masyarakat yang hanya makan dengan segenggam nasi dari hasilnya bekerja dengan keringat bercucuran. Sementara engkau makan dengan nyaman, dari hasil kerja keras mereka, kenapa kau gunakan kekuasaanmu untuk menindas yang lemah, kau makan hartanya, dia yang lemah semakin kau buat menderita. Kenapa kau manfaatkan kelemahannya seharusnya kau menjaganya, seharusnya kau melindunginya seharusnya kau bimbing dia dengan kekuasaan yang kau punya.
Pemimpin, kami mencari pemimpin yang tegas, pemimpin yang bijaksana, pemimpin yang adil, pemimpin yang mempunyai rasa empati bagi masyarakat. Pemimpin yang dapat menghasilkan masyrakat yang sejahtera, makmur, aman damai dan jauh dari kemiskinan, pemimpin dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang maju sehingga menghasilkan masyrakat yang pintar dalam bertindak masyarakat yang dapat membanggakan negara, masyrakat yang mencintai negara, semua itu tergantung kepada pemimpin, jika pemimpin dapat membimbing masyarakat dengan baik maka, masyarakatpun akan dengan sendirinya mengikuti apa yang diinginkan pemimpin. Bukan pemimpin yang memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan sendiri, baik di media, politik dan sebagainya. Jika pemimpin bersikap netral dan tidak berkesinambungan, maka masyarakat akan bersikap dengan baik kepadanya.
Media, media adalah teknolgi yang digunakan untuk memberikan informasi kepada khalayak, media adalah tempat masyarakat menerima ilmu, media adalah tempat masyarakat untuk menerima hiburan, media adalah tempat untuk sekedar masyarakat melepaskan lelah dari kerasnya hidup, media adalah tempat untuk masyarakat melihat perkembangan negara. Jangan kau gunakan media untuk hal-hal yang tidak berguna, jangan kau gunakan media untuk hal-hal negatif, media yang seharusnya tempat khalayak belajar, berubah menjadi ajang masyrakat menebar ujaran kebencian, media yang digunakan untuk berbagi informasi berubah menjadi predator penebar informasi hoaks, kenapa media yang menjadi teknologi untuk menggapai masyarakat yang maju kau gunakan untuk menambah daftar dosamu. Dari orang tua, remaja, bahkan anak-anak sudah mengenal media, tetapi funhsi media salah dipergunakan, mulai dari youtube, facebook, instagram, dan bahkan televisi semua itu awalnya digunakan untuk hal yang baik berubah menjadi hal untuk berbuat kejahatan dan semua itu disalahgunak oleh manusia-manusia yang tidak dapat menggunakan akal sehat mereka untuk melihat kebenaran. Media sekarang sudah banyak disalahgunakan, bukan media yang salah tapi tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawablah yang salah.
Manusia yang salah menggunakan media ini, mungkin adalah orang yang tidak menggunakan logika untuk berfikir dengan efektif, bukannya dia tau bahwa masih banyak hal baik yang dapat dilakukan melalui media, berbagi informasi, memperlihatkan tontonan-tontonan sosial baik melalui youtube, instagram, facebook dan lain-lain. Bukannya hal-hal sekecil itu bahkan dapat merubah perilaku manusi dari buruk menjadi baik. Lalu kenapa kau hanya melihat media dari segi positifnya saja, dan bukannya kau nikmati sendiri peebuataj buruk yang kau lakukan tapi kau bagikan kepada orang-orang yang tidak pantas untuk dilihat, bukankah kau menambah daftar dosamu atas apa yang kau lakukan.
Contohnya televisi, televisi yang seharusnya bersifat seimbang tetapi kenapa berubah menjadi berkesinambungan, informasi yang diberikan tentang seseorang itu kerap  kali menjatuhkan pihak orang lain, tontonan yang diberikan seharusnya yang dapat menambah wawasan khalayak dan merubah perilaku khalayak menjadi baik tetapi berubah menjadi tontonan yang dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang cenderung selalu berbuat kasar bahkan sampai membuat tindak kriminal. Jangan kau buat media menjadi teknologi penambah daftar dosa, hilangkanlah tangan tak bertanggung jawabmu. Dan ubahlah setidaknya menjadi manusia yang dapat berfikir dengan bijak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar