PEMILU
2019
Perkembangan teknologi
informasi memiliki pengaruh dalam hubungan sosial dilingkungan masyarakat, baik
dalam cara berkomunikasi maupun dalam kehidupan sehari-hari perkembangan
teknologin informasi ini membawa dampak positif dann juga dampak negatif dan
yang tidak dapat dihindari dari terpaan. Namun perkembangan teknologi informasi
ini tidak terlepas dari berbagai isu baru, salah satunya adalah berita hoax.
Komunikasi melalui media massa pun kini menjadi trend bagi politis, bahkan
dapat meramaikan hajatan politik seperti halnya memilih presiden (pilpres).
Kali ini pilpres mengalami terpaan perkembangan teknologi yang pesat sehingga
metode kampanye juga mengalami pergeseran dari konvensional menjadi elektronik.
Yang pada faktanya adalah kemajuan informasi dan komunikasi saat imi menuntut
agar dapat disesuaikan . riuh rendah diskusi , perang gagasan, visi dan misi
pasangan calon berpindah dari dunia nyata ke jagad maya, maka segala informasi
di tumpahkan ke media sosial di bandingkan media konvensional, sebab media sosial
memiliki penetrasi yang tidak mengenal ruang dan waktu, batas usia, dan
generasi tanpa batasyang menarik,.
Informasi
yang di keluarkan baik orang perorangan maupun tim kampanye melalui media
sosial dan elektronik lainnya ketika telah terkirim dan di baca oleh banyak
orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang
ataukelompok. Sangat di sayangkan apabila informasi yang di sampaikan tersebut
adalahinformasi yang tidak akurat terlebih informasi tersebut adalah informasi
bohong (hoax) dengan judul yang sangat provokatif mengiring pembaca dan
pengerima kepada opini yang negatif,fitnah, penyebar kebencianyang di terima
dan menyerang pihak ataupun membuat orang menjadi takut, terancam dan dapat
merugikan pihak yang di beritakan sehingga dapat merusak reputasi dan
menimbulkan kerugian materi.
Bentuk
dukungan terhadap masing-masing paslon adalah hak setiap warga negara. Tetapi
menjadi pendukung yang bijak sangatlah di perlukan, berbagai bentuk kampanye di
lakukan untuk mendukung paslon terutama media sosial menjadi media kampanye
yang paling ramai di era milenial ini. Sebagai masyarakat melakan politik,
jangan sampai tutup mata terhadap fakta dan kebenaranyang ada, menjadi
masyarakat yang bijakdalam era politik sat ini sangat di perlukan jangan
jadikan kebencian menjadi hal yang dapat menutup diri dari kebenaran.
Untuk
capres dan cawapres kelak jika menang di antara kedua pasangan calon jangan
membuat warga indonesia trauma akan janji-janji manis yang kalian lontarkan.
Partisipasi aktif dalam demokrasi sangt penting, jangan sampai masyarakat
indonesia menjadi acuh akan politik yang ada karena ulah para petinggi negara,
hingga akhirnya mereka akan apatis terhadap pemerintah.
Saya
berharap pemili di indonesia kembali seperti semula dan tidak berlangsung
secara serentak karena pemilu di 2019 ini menjadi salah satupemilu terumit yang
di rasakan oleh masyarakat indonessia karena kalau bersamaan bisa menimbulkan
sejumlah permasalahan dari sisi anggaran pun negara harus mempunyai dana yang cukup
besar dan sisi pelaksanaannya pun berpotensi suara bocor lebih besar.
Pemilu
serentak membuat masyarakat condong lebih memerhatikan pemilihan presiden. Dan
jumlah kelompok golput dalam pemilihan presiden 2019 ini juga diperkirakan akan
meningkat disebabkan ketidakpastian masyarakat pada pemerintah dan lembaga
tinggi negara. Kemudian pemilu 2019 adalah pemilu minim visi dan misi karena
kedua paslon hanya menarik perhatian masyarakat dengan menjual isu agama.
Seharusnya kedua paslon tersebut berlomba dalam program kerja seperti apa yang
mereka lakukan dan kontribusi apa yang akan mereka laksanakan untuk pembangunan
Indonesia dan saya berharap pilpres 2019 ini tidak membawa perpecahan karena
isu agama dan banyaknya kebencian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar